Lembah Bawakaraeng

Lembah Bawakaraeng
Berhenti sejenak untuk mengabadikan perjalanan di Talung yang berlatar lembah ramma.....

Rabu, 16 November 2011

fatamorgana kehidupan


Ketika mataku terbuka untuk mellihat dunia maka ketika itu ku sadar bahwa banyak tanggung jawab yang harus dilakukan dalam hidup ini. Banyak hal yang belum ku pahami, lalu aku mencoba untuk mencari apa yang belum ku pahami dengan  melihat, mendengar, merasa, membaca, menganalisa, ataupun berfikir secara rasional. Kehidupan ini terlalu berat untuk kujalani dengan banyak hal yang masih sulit untuk kupahami tapi alhamdullillah ada hidayah yang kurasakan dari sang khalik berupa tuntutan untuk selalu mengingatnya disegala bentuk keadaan dan waktu. Hadirnya ilmu merupakan kenikmatan yang luar biasa dengannya kita bisa memahami kehidupan ini.
Perjalanan hidup tidak semudah yang selama ini kupahami, tanggung jawab secara horisontal maupun secara vertikal merupakan hal mutlak yang harus dilakukan sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna oleh sang pencipta. Lalu aku bertanya manakah yang harus didahulukan ibadah horisontal atau vertikal atau apakah harus sejalan? Seperti ucapan “seimbangkan dunia dan akhiratmu”. Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada hambanya sesuai dengan kemampuannya baik secara lahiriah dan batiniah, tapi terkadang ku merasa cobaan ini berat untuk dijalani yang sesungguhnya perasaan seperti ini tidak patut ada dalam diri makhluk yang senantiasa diharuskan untuk beribadah.
Dunia sekarang ini teralu banyak kebohongan yang disebabkannya, mulai kesenangan semu sampai fasilitas yang disalah gunakan. Ada keraguan yang timbul dalam diriku ketika pengetahuan mulai kusadari, apakah benar rahmatulah atau hanya bisikan iblis laknatullah. Bagiku  Terlalu buruk tempat ini untuk mencari bekal, dia memberi kesenangan yang bersifat fana jadi wajarlah kalau tempat itu dianggab sebagai jembatan untuk dilewati. Sebagai makhluk yang diciptakan aku selalu bertanya, apakah kutelah menyembah kepada illahi sebagai mana yang telah ditentukannya. Syariat agama terlalu berwarna untuk disimak maka wajarlah jika timbul banyak perbedaan di antara hamba yang merasa menyembah tuhan yang tunggal. Dunia mereduksi yang kupahami dari kebenaran hakiki, kebenaran dunia hanya sementara.
Malam hari merupakan waktu yang cukup untuk aku bermunajad dengan tuhanku tapi sayangnya sifat iblis dalam diriku lebih besar pengaruhnya daripada sifat malakut. jadi untuk memanfaatkan waktu itu semaksimal mungkin maka ku harus bisa untuk menafikan sifat iblis yang bersemayam dalam diriku, mencoba untuk memahami intruksi malaikat ataupun rahmat yang maha suci. Malaikat merupakan contoh yang nyata bagi manusia begitu juga dengan diriku bahwa banyak                pelajaran yang bisa dipetik mulai dari iman, ketakwaan, dan selalu berzikir kepada Allah. Makanya ku harus berusaha untuk memahami dan semoga hadirnya pengetahuan bisa membawa ku kepada keimanan dan ketakwaan kepada Alllah SWT.                                                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar