sejak lahir hingga saat ini, aku
sebagai hamba yang hina dina dihadapan Allah telah di amanahkan amalan ibadah
yang harus di laksanakan selama berada di jembatan yang rapuh sekarang ini.
Tapi terkadang amalan itu ku abaikan dengan asyik dengan fatamorgana yang
selalu diperlihatkan oleh alam semesta
sehingga aku merupkan seorang hamba yang benar-benar berani menolak
rahmat Allah SWT.
Akhirnya kesadaran itupun menghampiriku bahwa amalan itu mutlak harus
dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh pengharapan untuk mendapatkan
hidayah dari tuhanku tentang makna kehidupan yang hakiki. Amalan buruk sangat
jelas tidak memberikan manfaat yang baik untuk kehidupamn ini, amalan baik
berbanding terbalik dengan amalan buruk. Amalan baik kulakukan sesuai dengan
pengetahuan yang kudapatkan tentang amalan itu sendiri, tapi masalah baru
timbul yang membuat amalan baik yang kukerjakan menjadi sia-sia itu karena
penyakit hati yang belum bisa ku kekang agar tidak menjadi boomerang dalam
beribadah kepada Allah SWT. Amalan baik apapun yang kita lakukan tidak akan
mebuahkan hasil yagn bermanfaat selama amalan tersebut masih dibayang-bayangi
oleh syirik khafi.
Setiap perbuatan memiliki maksud dan tujuan tertentu, maka wajarlah
perbuatan manusia tidak dilakukan karena kebetulan tapi memang direncankan
sebelumnya. Kebetulan Cuma berlaku bagi kehidupan manusia yang tidak melihat
setiap kejadian secara radikal. Maka berharaplah bahwa Allah selalu membimbing
kita menuju ke jalan yang sempurna.